Perbedaan Unsalted Butter dan Salted Butter

Perbedaan Unsalted Butter dan Salted Butter Ternyata Bukan Hanya Sekadar Rasa

Simpan ke bagian favorit

Rian Farisa|Desember 7, 2020

Pasti pernah ada masanya kita bingung untuk memilih satu produk dengan dua varian berbeda. Salah satunya adalah saat membeli mentega dan kita harus memilih antara unsalted butter (tidak digarami) versus salted butter (digarami). Apa sih yang menjadi perbedaan keduanya? Apakah nanti terlalu asin bila membeli yang salted butter? Jadi cocoknya masing-masing itu untuk digunakan kapan? Lalu manakah yang lebih sehat?

Nah, sekarang tidak perlu khawatir lagi soal jawabannya. Yuk, kita kupas saja satu per satu mengenai perbedaan di antara keduanya!

Perbedaan unsalted butter vs salted butter paling mendasar

Unsalted butter tengah dilelehkan di atas wajan.
Dari segi tampilan, unsalted butter dan salted butter hampir tidak ada perbedaan. (Foto: Shutterstock)

Yang pertama dibahas tentunya adalah soal rasa. Tentu tak hanya sesederhana, ya, salted butter berarti adalah yang mengandung garam. Ternyata lebih dari itu! Garam yang terkandung dalam mentega menjadikannya lebih panjang umurnya alias tidak cepat kadaluarsa. Garam sudah dikenal sejak jaman sebelum Masehi sebagai bahan yang digunakan sebagai pengawet alami di masa teknologi kulkas belum ada. Hingga kinipun garam masih sering digunakan dalam berbagai jenis makanan, dan mentega tentu adalah salah satunya.

Meskipun demikian unsalted butter juga tak kalah dari segi lainnya. Misalnya saja para chef mengakui kalau mentega tanpa garam punya rasa yang lebih segar, lembut, dan manis.

Perbedaan dari segi kandungan nutrisi

Meskipun secara kandungan kalori, lemak, dan lain-lainnya sama, perbedaan paling jelas di antara unsalted butter vs salted butter tentu adalah kandungan sodiumnya. Menurut USDA, dari satu sendok makan penyajian, terdapat 90mg sodium yang terkandung dalam salted butter dan tentunya nol pada unsalted butter.

Maka dari itu bagi mereka yang sedang membatasi asupan sodium, pilihan unsalted butter jelas lebih disarankan. Pastikan jangan sampai tertukar ketika berbelanja mentega. Dengan menggunakan unsalted butter, maka kita bisa mengontrol kandungan garam yang ada pada masakan yang tengah kita siapkan ataupun tidak sama sekali.

Menggunakan unsalted butter sebagai alternatif salted butter?

Roti yang tengah diolesi mentega.
Salted butter bisa juga dipakai sebagai olesan pada roti. (Foto: Shutterstock)

Tentu saja bisa! Bahkan di banyak masakan kita bisa menggunakan alternatif ini. Dari sup, saus, panggangan, hingga sekadar tumisan. Namun untuk resep-resep pastri, lebih ideal bila hanya menggunakan unsalted butter. Kalau bahkan ragu sama sekali untuk menggunakan salted butter, ingat saja bahwa mentega tipe ini bisa sesederhana dipakai sebagai olesan roti bakar ataupun sebagai topping pancake serta waffle kesukaan keluarga.

Maka untuk lebih amannya, biasanya banyak yang lebih memilih untuk menggunakan unsalted butter karena secara rasa mudah untuk dikendalikan jumlah garamnya. Bahkan ada yang mungkin merasa kurang kalau dalam proses memasak tidak melakukan “ritual tabur garam”. Apakah teman-teman juga tipe yang seperti itu? Jadi manakah yang akan dipilih?

Selain soal mentega, cek juga perbedaan antara garam laut vs garam meja, beras premium vs medium, ataupun beda baking powder vs baking soda. Semoga bermanfaat!

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.