Tips Mengemas Delivery Makanan Lebih Aman dan Higienis

Simpan ke bagian favorit

Silmia|November 5, 2020

Saling berkirim makanan bisa jadi salah satu cara untuk menjaga silaturahmi terutama pada masa pandemi ini. Baik lewat memesan secara online atau bahkan secara tulus membuat masakan sendiri di rumah demi menunjukkan rasa kangen. Dengan begitu jasa delivery makanan lewat aplikasi kini menjadi salah satu kebutuhan bagi kamu yang sering memesan atau mengirim makanan pada kerabat, teman, atau kolega.

Nah, kali ini kita ingin berbagi tips untuk mengemas makanan yang aman dan higienis supaya tidak rusak atau basi selama di perjalanan. Khususnya untuk makanan basah yang biasanya mudah basi jika ditangani secara asal-asalan. Namun tidak semua makanan basah bisa dikirim keluar kota, ya. Jenis makanan yang terbuat dari sayuran, seperti tumisan ataupun sop sebaiknya dikirim dalam waktu tidak lebih dari 12 jam.

Untuk pengiriman keluar kota, kita bisa memilih makanan yang lebih awet misalnya saja rendang, ayam ungkep, dan aneka frozen food lainnya. Itu pun tetap memerlukan pengemasan yang tepat. Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan.

1. Makanan dalam keadaan segar

Sebelum mengemas makanan, pastikan makanan yang akan kita kirim bukan makanan yang telah kita simpan sebelumnya dalam waktu lama. Misalnya kita akan mengirim ayam ungkep, sebaiknya kita kirim ayam yang kita masak di hari yang sama dengan pengiriman. Hal tersebut akan membuat makanan tidak cepat rusak.

Namun, jangan membungkus makanan dalam keadaan masih panas, ya. Tunggu beberapa saat hingga makanan mencapai suhu ruang baru kita masukan ke dalam wadah. Akan lebih baik, jika kita tulis tanggal pembuatan makanan tersebut, agar sang penerima lebih aware dengan masa kadaluarsanya. Penting juga mengirim masakan dengan jenis serupa dalam keadaan kering atau minim air. Semakin basah biasanya daya tahannya juga semakin pendek.

2. Kirim makanan dalam keadaan beku

Kiat ini biasanya dilakukan untuk pengiriman masakan yang mudah rusak keluar kota. Masakan biasanya diberlangekukan terlebih dahulu, lalu dikemas aman supaya tetap utuh hingga tiba di tujuan. Kamu bisa mengirim masakan seperti tumis-tumisan daging, rendang, atau lauk bersambal dalam keadaan beku sehingga butuh proses penurunan suhu hingga akhirnya tiba dalam keadaan suhu ruang atau defrost di luar kota. Meski begitu pastikan pengiriman ini berlangsung di hari yang sama. Misalnya jika kamu mengirimnya pagi, maka akan tiba di tujuan pada malam hari.

3. Menggunakan vacuum sealer

vacuum sealer sedang merapatkan plastik berisi dada ayam mentah
Vacuum sealer berfungsi untuk menghilangkan udara di dalam plastik agar makanan lebih awet. (Foto: Shutterstock)

Bungkus makanan dalam wadah kedap udara. Kita bisa menggunakan alat vacuum sealer untuk menghilangkan oksigen di dalam kantong plastik. Tanpa oksigen, bakteri tidak akan tumbuh, dengan begitu makanan tidak akan cepat basi. Alat vacuum sealer skala rumahan sudah banyak dijual. Kamu bisa memilih alat vacuum dengan kualitas terbaik agar awet dipakai.

Sayangnya tidak semua jenis plastik bisa di-vacuum. Salah satu jenis plastik khusus yang bisa dipakai dengan alat ini adalah plastik nylon. Jika bingung, kamu bisa langsung cari plastik khusus vacuum di toko offline maupun online.

4. Lapisi kemasan delivery makanan dengan baik

Untuk memberikan perlindungan ekstra, kemas lagi plastik vacuum dengan beberapa lapisan bubble wrap. Kemudian masukkan makanan tersebut ke dalam kotak kardus atau kotak kayu. Usahakan agar tidak ada ruang tersisa di dalam box, agar makanan tidak bergerak ke sana kemari. Hal ini untuk mencegah makanan benyek atau bubuk. Kamu bisa isi  ruangan kosong dalam box dengan koran atau bubble wrap. Tidak lupa, selalu ingatkan kepada petugas layanan jasa pengiriman untuk selalu menempelkan stiker “jangan dibanting”, “fragile” atau “frozen food” supaya makanan kamu ditangani dengan hati-hati.

Seorang pria melapisi paket dengan bubble wrap
Kemas makananmu dengan aman. (Foto: Shutterstock)

5. Menambahkan ice gel

Jika kita mengirim frozen food, penting untuk menjaga suhu makanan untuk mencegah munculnya bakteri penyebab makanan busuk. Kita bisa menambahkan ice gel ke dalam kotak pembungkus. Jumlahnya tidak usah terlalu banyak. Komposisinya sekitar 20:80, yakni 80% makanan dan 20% ice gel.

Ice gel memiliki suhu sekitar -9 derajat C hingga -13 derajat C. Ketahanannya berbeda-beda sesuai kualitasnya. Ada yang bisa bertahan selama 12 jam, ada pula yang bisa bertahan hingga 2 hari. Pilih ice gel berkualitas terbaik untuk menjaga suhu frozen food kamu.

5. Pilih ekspedisi tercepat

Pemilihan ekspedisi juga memegang peranan penting untuk delivery makanan. Sebaiknya, pilih ekspedisi yang bisa mengirim makanan dalam waktu 1 hari. Dengan begitu, kualitas makanan akan lebih terjaga. Ada baiknya jika kita melihat review ekspedisi tersebut terlebih dahulu untuk memastikan pelayanannya tepat waktu. Tak menutup kemungkinan, pengiriman terlambat karena sistem pada ekspedisi yang kurang rapi. Pastikan juga sang penerima ada di rumah ya, agar sigap menerima kiriman tepat waktu.

Demikian lima tips mengemas delivery makanan agar lebih tahan lama sekaligus higienis. Semoga bermanfaat ya! Selamat berkirim makanan dengan sanak saudara dan sahabat!

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.