Sate daging atau kulit ayam mungkin sudah sering kita temukan. Kali ini, kita akan menyajikan sesuatu yang berbeda, yakni sate brutu atau tunggir ayam. Memang, tak semua orang suka bagian belakang dari ayam apalagi karena baunya yang “khas”. Namun, bagi penyuka hidangan gurih-gurih, sajian ini patut dicoba!
Bagian tunggir ayam merupakan tempat kelenjar minyak, sehingga tak heran kalau rasanya legit. Menariknya, bagian tunggir ini juga ternyata kaya akan nutrisi, lho! Menurut Nutrition and Dietary Studies of America, bagian yang juga disebut pygostyle ini mengandung 11% zat besi dan 8% kalsium. Jumlah ini lebih besar daripada bagian dada ayam yang hanya punya hampir separuhnya.
Agar tetap terasa nikmat, kita bisa menyiasati pengolahannya. Cuci ayam hingga bersih dengan jeruk nipis. Sate brutu ayam ini juga menggunakan Bango Kecap Manis sehingga rasa manis dan gurihnya akan menetralisir pekatnya rasa lemak. Meskipun demikian, sajikanlah tidak terlampau sering karena kandungan lemaknya tentu perlu selalu kita perhatikan.
Sudah tak sabar mencicipinya? Yuk, simak resepnya berikut ini!
Bahan
Bahan
Bahan Bumbu
Cara membuat
Bersihkan brutu atau tunggir ayam. Lalu lumuri dengan air jeruk limau dan Bango Kecap Manis. Simpan dan diamkan kurang lebih selama 15 menit.
Masukkan bumbu halus dan ayam ke dalam wadah. Aduk hingga merata.
Masukkan ke dalam lemari es dan diamkan sekitar satu jam.
Masukkan brutu satu persatu ke dalam tusukan sate.
Siapkan pembakaran, bakar satu brutu. Olesi sisa-sisa bumbu di atasnya sesekali. Tunggu hingga matang.
Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.
Resep ini telah dimuat di situs resmi Bango.
Produk







