Thai Tea dan Teh Tarik, Cerita di Balik Perbedaan Dua Minuman Legendaris

Simpan ke bagian favorit

Tim MAHI|Desember 14, 2018

Teh tarik menjadi satu fenomena tersendiri yang hadir di kalangan pencinta kuliner Indonesia. Tampil segar, berbuih, manis, dan milky – minuman ini cocok sebagai pelega dahaga di siang hari yang panas. Tapi ada satu lagi penantang dari negeri berbeda yang tenar karena minuman Thai tea-nya. Jadi apa sih yang membedakan di antara keduanya? Ternyata bukan hanya sekadar negeri asal dan tampilannya lho. Yuk, kita simak bersama di sini!

Teh tarik

Teh tarik tersaji di atas cutting board.
Teh tarik cocok dinikmati bersama roti canai. (Foto: Shutterstock)

Yang satu ini bisa dibilang sebagai andalannya orang Melayu. Minuman ini khususnya terkenal di Malaysia dan Singapura hingga ke Aceh. Kini kita bisa menemukannya di berbagai tempat di Indonesia. Teh tarik berasal dari para imigran Muslim Asia Selatan yang datang ke Semenanjung Malaya pasca Perang Dunia Kedua. Pasangan sejatinya adalah roti canai, yang tentunya sudah akrab kita temui di berbagai kedai masakan Aceh yang selalu populer sebagai tempat hangout. Padankan dengan Mie Aceh Goreng juga ternyata cocok!

Karena lebih merupakan kekhasan dari Semenanjung, maka teh tarik memiliki banyak variasi di sana. Berbeda dengan di Indonesia yang biasanya cukup dengan versi dingin ataupun panas. Di Malaysia ataupun Singapura, teh tarik lebih dikenal dengan nama “teh ais”. Selain itu ada juga varian yang menggunakan jahe (teh halia) ataupun menggunakan madu.

Sementara di Singapura, yang menjual teh tarik rupanya bukan hanya orang Melayu ataupun keturunan imigran dari Asia Selatan. Teh tarik menjadi salah satu pilihan yang sering dijumpai di kedai-kedai kopi milik Peranakan (kopitiam). Di sini, teh tarik dipasangkan dengan roti bakar dengan selai kaya serta telur rebus yang populer untuk makan pagi.

Meracik teh tarik.
Sesuai namanya, teh tarik diracik dengan cara tarik menarik. (Foto: Shutterstock)

Selain rasanya yang manis menyegarkan, yang dinanti-nantikan para pencinta teh tarik adalah aksi teatrikal para penyeduhnya. Menggunakan dua buah gelas logam atau kaca, sang penyeduh menumpahkan teh dari gelas ke gelas dengan menggunakan gaya tarik menarik. Semakin tinggi tarikannya tentu semakin terpukau orang dibuatnya. Selain agar teh dan susu kental manis berpadu sempurna, tarikan ini berfungsi juga untuk menjadikan minuman teh tarik berbuih (frothy).

Thai tea

Sementara itu popularitas Thai tea melonjak tinggi beberapa tahun terakhir ini di Indonesia. Dari yang hadir hanya di menu restoran saja, kini Thai tea dijual di berbagai pertokoan hingga pinggir jalan ibukota Jakarta. Namun apakah yang membedakannya dengan teh tarik?

Meski jenis tehnya masih sebelas dua belas yaitu menggunakan teh dari Sri Lanka, namun Thai tea juga dikenal menggunakan teh hitam yang berasal dari Assam di India. Selain itu, teh terlebih dulu dicampurkan dengan beberapa jenis rempah seperti biji asam jawa yang dimemarkan, bunga lawang, air distilasi bunga jeruk, pewarna, dan rempah lainnya. Inilah juga sebabnya warna Thai tea berubah oranye, khususnya setelah dicampur dengan susu.

Thai tea juga nikmat disajikan bersama bubble. (Foto: Shutterstock)

Formula peracikannya juga berbeda. Thai tea mengandalkan perpaduan susu kental manis serta susu evaporasi. Untuk variannya, Thai tea bisa juga dinikmati tanpa tambahan susu ataupun ditambahkan jeruk limau dan gula. Layaknya teh tarik, Thai tea juga dijual di berbagai tempat di negeri aslinya. Dari pinggir jalan, tempat wisata, tempat perbelanjaan, hingga restoran-restoran mewah. Aroma serta rasanya yang khas menjadikan minuman ini disukai jutaan orang dan semakin populer setiap harinya.

Berencana untuk meracik teh tarik ataupun Thai tea di rumah untuk sore ini? Jangan lupa untuk menemaninya dengan berbagai camilan seru. Pastikan untuk mencoba resep-resep seperti Combro Isi Jamur, Lumpia Goreng Isi Ayam dan Sayur, ataupun 7 camilan unik lainnya.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.