Ketahui Berbagai Rahasia Cara Makan Steak Berikut Ini!

Simpan ke bagian favorit

Tim MAHI|November 17, 2018

Cara makan steak adalah salah satu cabang etiket yang wajib diketahui. Apalagi kini kita hidup pada sebuah era dimana steakhouse hadir di berbagai tempat – dari yang kasual hingga yang paling formal. Tapi dimanapun kita menikmatinya, cara makan yang tepat akan menjadikan pengalaman bersantap lebih nikmat.

Bicara etiket makan tentu bicara juga soal gengsi. Pastinya ada prestise tersendiri ketika kita terbiasa menggunakan garpu serta pisau untuk menikmati steak dengan lihainya. Ibaratnya mirip dengan menggunakan sumpit saat bersantap masakan Jepang sebagai contoh lainnya.

Sebelum masuk ke cara makan steak, semua dimulai dengan memilih potongan daging kesukaan kita dan pemilihan temperaturnya yang tepat.

Preferensi daging dan temperatur

cara makan steak dimulai dari pemilihan daging
Yang manakah potongan daging favoritmu? (Foto: Shutterstock)

Zaman dahulu kita hanya disajikan dengan tiga pilihan potongan daging seperti Tenderloin, Sirloin, serta T-Bone. Sementara hari ini, selain tiga potongan ini, begitu banyak pilihan lainnya. Asal usul daging juga semakin beragam. Ada wagyu dari Jepang, US Beef, daging sapi dari Australia ataupun New Zealand, serta tentunya pilihan lokal yang semakin bervariasi.

Pastinya masing-masing dari kita punya pilihan favorit. Ada yang memang ingin menikmati rasa mewahnya tenderloin atau filet mignon dengan segala kelembutannya. Ada yang ingin menikmati rasa “dagingnya” dengan memilih sirlion. Ketahuilah berbagai perbedaan di antara tenderloin ataupun sirloin bila masih mencari tahu apa yang akan menjadi kesukaan kita nantinya. 

Cara makan steak

Cek temperatur terlebih dahulu

cara makan steak dimulai dari memeriksa temperatur daging
Apakah steak pesananmu sudah sesuai temperaturnya? (Foto: Shutterstock)

Idealnya steak disantap pada suhu antara medium rare hingga medium well, meskipun ada juga yang memilih di tingkat rare bahkan well done. Untuk medium rare ataupun medium, masih ada bagian yang berwarna kemerah-merahan. Lain halnya dengan well done yang sudah matang dan berwarna lebih cokelat karena hasil pemanggangan yang lebih lama.

Tahap ini penting bagi pihak restoran karena akurasi pemanggangan adalah kepuasan untuk pelanggan. Biasanya ditawarkan penggantian steak apabila daging yang tersaji terlalu matang, ataupun pilihan untuk dipanggang lebih lanjut bila masih berada di temperatur bawah.

Maka ketika steak telah tersaji, yang perlu dilakukan pertama adalah memeriksa temperatur dagingnya. Caranya adalah dengan melihat warna daging di bagian dalam. Hindari terlebih dahulu untuk memotong daging di bagian yang mendekati tulangnya (bila ada) ataupun bagian ujungnya. Mulailah dari tengah, karena di situlah kita bisa dengan jelas melihat temperatur daging steak yang tersaji sesungguhnya.

Cara Amerika vs Cara Eropa

Setelah puas dengan apa yang tersaji, maka nikmatilah steak dengan dua cara – Amerika atau Eropa. Keduanya menganut cara memegang garpu di tangan kiri serta pisau di tangan kanan. Perbedaannya? Cara Amerika mengharuskan kita memotong daging terlebih dahulu, kemudian letakkan pisaunya di piring bagian atas, dan pindahkan garpu ke tangan kanan untuk menikmati hidangan.

Sementara itu, cara Eropa tidak mengharuskan kita melakukan perpindahan tangan. Meskipun demikian, etiket di Indonesia lebih mengajak kita untuk menggunakan tangan kanan ketika menyantap makanan.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

Ketika kita memesan potongan daging yang lebih berlemak seperti sirloin contohnya, ada satu pantangan yang harus diperhatikan.

Jangan buang lemaknya!

Lain halnya bila terdapat potongan lemak yang terlalu besar, namun bila ada sebagian yang menempel pada daging, maka nikmatilah apa adanya. Keberadaan lemak menjadikan rasa daging lebih lezat. Ini adalah sesuatu yang tidak didapat pada potongan seperti filet mignon yang mengandalkan sisi kelembutan dari daging saja.

Terakhir, jangan malu-malu menggunakan tangan. Tapi hanya lakukan ini saat hanya tersisa daging yang berada dekat dengan tulang dan sulit dipotong dengan pisau. Selain lebih nikmat, tentu puas rasanya bila bisa menghabiskan steak hingga tuntas. Hanya saja, hindari untuk melakukan ini khususnya ketika berada dalam acara formal.

Itulah kurang lebih cara makan steak secara umum yang Tim MAHI bisa bagikan untuk pengetahuan kita semua. Sekarang, gilirannya untuk segera menyambangi restoran steak kesukaan di akhir pekan ini ataupun menyiapkannya di rumah untuk keluarga. Selamat bersantap!

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.