7 Bumbu Dapur Kering yang Wajib Dimiliki di Dapur

Tim MAHI|Juni 26, 2018

Jika ada yang berpendapat bahwa memasak adalah komitmen jangka panjang, maka itu adalah jawaban yang benar. Dengan memiliki hobi memasak, berarti kita perlu memahami beragam jenis bumbu dapur kering dan bagaimana menggunakannya untuk masakan-masakan yang berbeda.

Jika kamu baru belajar memasak dan bingung memilih bumbu dapur apa saja yang wajib ada di dapur, berikut tim MAHI pilihkan 7 bumbu dapur kering yang harus ada di dapur pemasak pemula.

1. Kayu Manis

Bumbu Dapur Kering
Si manis yang serba bisa! Kayu manis ini eksis di berbagai hidangan manis atau hidangan berbumbu tebal seperti kari. (Foto: Shutterstock)

Kayu manis adalah bumbu dapur kering serba bisa. Cocok untuk hidangan manis dan gurih, bumbu dapur yang satu ini memiliki juga memiliki nilai kesehatan tersendiri.

Di India, kayu manis termasuk sebagai rempah yang paling sering digunakan dan menjadi bagian dalam kuliner India selama ratusan tahun lamanya. Dalam ilmu Ayurveda, kayu manis bisa dipakai untuk mengatasi gangguan pencernaan, diabetes, flu, dan infeksi lainnya. Dalam pengobatan Cina, kayu manis juga digunakan untuk mengobati keram akibat menstruasi, diare, pilek, mual, hingga perut kembung.

Tidak hanya digunakan sebagai bumbu masak; kayu manis cocok dicampurkan dengan minuman, kopi, ataupun sebagai bahan utama biskuit speculaas, kudapan yang terkenal asal Belanda yang juga tenar di Indonesia.

2. Bubuk Cabai

Bumbu Dapur Kering
Cabai bubuk terkenal karena fleksibilitasnya serta sensasi pedasnya yang menjadikan rasa masakan lebih meriah. (Foto: Shutterstock)

Buat kamu pecinta makanan pedas, bumbu dapur kering yang satu ini wajib ada di lemari dapur kalian. Bubuk cabai bisa menjadi pengganti cabai segar atau membumbui masakan yang kurang pedas. Sebenarnya tidak sulit membuat bubuk cabai sendiri di rumah.

Kamu memerlukan cabai segar, jintan, dan oven untuk memanggang cabai. Bubuk cabai bisa tahan hingga berbulan-bulan jika disimpan di wadah kedap udara. Selain itu, bubuk cabai juga sangat fleksibel digunakan pada berbagai jenis masakan lokal dan internasional. Satu bahan yang benar-benar wajib tersedia di meja makan jaman sekarang.

3. Jinten

Bumbu Dapur Kering
Baik utuh ataupun telah digiling halus, jinten memiliki kegunaan yang akan kamu butuhkan secara spesifik di berbagai masakan yang berbeda. (Foto: Shutterstock)

Jinten adalah bumbu dapur kering aromatik yang sangat fleksibel. Rasanya juga cukup unik, dimana ada sensasi rasa panas dan juga sedikit pedas. Biasanya biji jinten utuh juga sering digunakan, tetapi versi yang sudah digiling halus akan memberikan cita rasa dan aroma yang lebih baik.

Bila memasak menggunakan biji jinten, luangkan waktu sejenak untuk menyangrainya terlebih dahulu di atas wajan tanpa menggunakan minyak agar aromanya lebih keluar saat diaplikasikan pada masakan. Rempah yang satu ini cocok dipakai di berbagai masakan Indonesia.

4. Bubuk Bawang Putih

Bumbu Dapur Kering
Hemat waktu memasakmu dengan menggunakan bubuk bawang putih. (Foto: Shutterstock)

Bubub bawang putih belakangan digunakan sebagai bahan alternatif yang praktis. Bubuk ini berasal dari bawang putih asli yang dikeringkan kemudian ditumbuk halus. Bumbu yang satu ini cocok digunakan sebagai pengganti bawang putih segar yang biasa dipakai melumuri garlic bread hingga sup bawang dan beragam masakan khas Barat lainnya.

5. Oregano

Bumbu Dapur Kering
Memasak pasta atau saus khas Italia belum lengkap tanpa menggunakan oregano. (Foto: Shutterstock)

Oregano sering muncul dalam berbagai resep lezat dari negeri  Italia seperti pada saus pizza ataupun pasta. Bahan ini termasuk salah satu bumbu dapur kering yang mudah ditemukan baik di pasar modern atau supermarket.

Berbeda dengan oregano segar, versi keringnya mampu menambahkan kompleksitas rasa tanpa mendominasi bahan lainnya. Secara umum oregano memiliki karakteristik aroma yang kuat dan khas, dengan cita rasa sedikit pahit dan pedas. Selain pada masakan Italia, oregano kering juga sering digunakan dalam masakan Meksiko, Turki, dan Yunani.

6. Rosemary

Dalam bahasa Latin, rosemary berarti “embun dari laut” – sebutan ini pantas disandangnya karena aromanya termasuk unik dan kuat dibandingkan lainnya. Daun rosemary berbentuk seperti jarum dan aromanya mirip seperti campuran lemon dan pinus.

Rosemary biasa digunakan sebagai bumbu dalam hidangan-hidangan seperti sup, casserole, salad, dan juga semur. Selain itu rosemary juga sering dipakai sebagai bumbu untuk memasak ayam, unggas, domba bahkan ikan.

7. Bubuk paprika

Bumbu Dapur Kering
Awas, jangan sampai tertukar dengan bubuk cabai atau bubuk cayenne ya! Bubuk paprika ini sekilas memang mirip dengan keduanya. (Foto: Shutterstock)

Dari segi warna, bubuk paprika memiliki warna oranye bila dibandingkan bubuk cabai. Meski mirip, bubuk paprika memiliki karakter rasa yang sedikit berbeda. Rasanya memang tidak sepedas bubuk cabai dan sedikit lebih manis. Uniknya, bubuk paprika sekarang lebih banyak digunakan di berbagai masakan fine dining khas Barat. Ini menjadikan rempah yang satu ini menarik untuk dicoba pada berbagai kreasi di dapur rumah kita.

Pertama dipopulerkan di negeri Hongaria sejak dua ratus tahun yang lalu, bubuk paprika merupakan bahan paling utama di masakan negeri itu. Hampir semua koleksi kulinernya menggunakan bubuk paprika dan di antaranya yang paling terkenal adalah goulash – sup daging dan sayur khas Hongaria.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.