Ragam Manfaat Paprika Merah dan Cara Mengolahnya

Simpan ke bagian favorit

Maddie|Agustus 19, 2018

Paprika. Satu jenis sayuran yang bisa dimasak dengan banyak cara dan melintasi kuliner berbagai negara. Inilah satu bahan dasar selain cabai atau bawang yang paling lazim dipakai di dapur! Maka penting bagi kita untuk mengetahui berbagai manfaat dan cara mengolahnya – khususnya yang terbaik dari semua jenisnya yaitu paprika merah.

Nutrisi dari Paprika

paprika merah
Paprika merah adalah jenis yang terbaik di antara warna lainnya. (Foto: Shutterstock)

Banyak dari kita mengira vitamin C khususnya hanya bisa didapatkan dari jeruk atau suplemen. Padahal paprika memiliki kadar vitamin C yang sangat tinggi. Bahkan untuk jenis paprika hijau yang belum sepenuhnya matang saja kadar vitamin C-nya masih lebih tinggi daripada jeruk hingga dua kali lipat!

Seperti yang kita ketahui, vitamin yang spesial ini membantu mencegah sariawan, memperkuat daya tahan tubuh, dan mengantisipasi inflamasi pada pembuluh darah yang bisa mengarah ke berbagai penyakit. Contohnya adalah penyakit jantung, diabetes, serta kolesterol. Paprika juga berperan menangkal radikal bebas dalam tubuh. Nutrisi lainnya yang terdapat pada paprika adalah thiamin, niacin, folat, magnesium, dan tembaga.

Studi yang dilakukan oleh badan kesehatan Amerika Serikat yaitu USDA menemukan bahwa paprika memiliki kadar vitamin K yang dapat mencegah koagulasi darah dan memiliki peranan dalam mencegah osteoporosis. Uniknya, paprika yang ditumis bisa mengandung vitamin K lebih banyak daripada paprika mentah!

Nah, kurang apa lagi kehebatan dari sayuran yang satu ini? Selain rasanya yang manis; paprika juga jelas bebas lemak, rendah sodium, bebas kolesterol, rendah kalori, dan kaya akan vitamin serta nutrisi-nutrisi lainnya. Mungkin yang jadi permasalahannya adalah bagaimana cara memilihnya dari berbagai warna paprika yang tersedia? Mari kita bahas berikut ini.

Perbedaan Warna Paprika

paprika merah
Ketahui perbedaan paprika dari warnanya. (Foto: Shutterstock)

Paprika mungkin hanya satu dari segelintir dari sayuran yang dijual dalam warna yang berbeda-beda. Yang pasti, setiap warna ini memiliki cerita sendiri dengan harga yang berbeda-beda. Yang paling sering kita jumpai adalah paprika dalam warna hijau, oranye, kuning, dan merah. Pada kenyataannya, warna paprika lebih bermacam-macam lho! Konon ada warna-warna lain seperti ungu, pink, putih, hitam, cokelat, biru, hingga pelangi! Namun mari kita berfokus saja pada warna-warna yang tersedia di pasaran.

Pada dasarnya perbedaan warna ini terjadi karena waktu panen dan tingkat kematangannya. Ketika berbuah, paprika memiliki warna hijau terlebih dahulu dan seiring berjalannya waktu akan berubah menjadi kuning, oranye, dan akhirnya merah. Paprika merah khususnya, pasti dibanderol dengan harga lebih mahal karena ia membutuhkan waktu lebih untuk dipanen.

Sesuai tahapannya, maka paprika merah adalah yang paling bernutrisi dan rasanya paling manis dibandingkan warna-warna lainnya. Mungkin kamu bertanya, mengapa masih banyak memilih paprika lainnya kalau tahu yang berwarna merah adalah yang terbaik? Jawabannya bisa jadi berkaitan dengan budget belanja serta beberapa masakan akan lebih menarik dengan warna-warni yang berbeda. Intinya semua sesuai dengan kadar kemampuan ataupun kebutuhan.

Cara Memilih dan Mengolah Paprika

paprika merah
Rasa manis dari paprika yang dipanggang menjadi lebih kentara, selain tentu rasa smoky yang menyenangkan! (Foto: Shutterstock)

Untuk rasa yang maksimal, maka pilihlah paprika dengan warna yang paling intens dan kulit paling mulus. Selain itu batangnya masih berwarna hijau dan segar, serta buahnya terasa lebih berisi. Paprika yang tidak dicuci dapat disimpan di dalam kulkas selama tujuh hingga sepuluh hari. Sebaiknya paprika disimpan dengan cara demikian agar tidak terekspos udara bebas yang dapat menurunkan kualitasnya. Terakhir, jangan potong batangnya terlebih dahulu agar kelembabannya lebih terjaga.

Setelah dicuci dan dipotong-potong, maka paprika siap untuk dimasak. Cara mengolahnya yang paling favorit untukku adalah dengan menumisnya secara sehat. Cara yang sehat adalah hanya memasaknya secara singkat, tidak menggunakan api terlalu besar, serta menggunakan minyak yang lebih sehat.

Contohnya kita bisa menggunakan berbagai tumisan sehat yang menggabungkan paprika dengan protein rendah lemak, sayur mayur, dan berbagai herba agar wangi. Paprika juga dapat diolah langsung bersama ikan atau tuna untuk dijadikan salad. Selain itu, paprika juga dapat dibakar sejenak bersama sayuran lainnya dan disajikan dengan daging panggang. Paprika begitu fleksibel untuk diolah dengan cara apapun dan rasanya yang manis menjadikan masakan apapun lebih lezat.

Bagaimana denganmu? Ayo ceritakan resep paprika kesukaanmu.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.