Ketahui Manfaat dan Nutrisi Clover Honey - Masak Apa Hari Ini?

Apakah Clover Honey Itu? Ketahui Manfaat serta Nutrisinya!

Simpan ke bagian favorit

Rian Farisa|Desember 25, 2020

Belakangan madu clover honey sedang naik daun sebagai madu berkhasiat dengan harga yang cukup premium. Wah, jenis madu apa lagi ini? Mungkin di antara kita pernah bertanya begitu. Selain itu apa sih bedanya dengan jenis-jenis madu lainnya.

Langsung saja kita coba bahas sedikit, yuk!

Asal usul clover honey

Sesuai dengan namanya, clover honey merupakan madu yang berasal dari lebah yang mengonsumsi nectar dari bunga trifolium atau clover. Tumbuhan ini subur dan banyak ditemukan khususnya di belahan bumi utara seperti Kanada, Amerika Serikat, serta Swedia. Namun tidak hanya di belahan utara, negeri-negeri di Amerika Selatan, Afrika, sebagian Timur Tengah, serta khususnya New Zealand juga merupakan penghasil clover honey.

Tumbuhan ini merupakan sahabat sejati para peternak karena begitu bernutrisi sebagai pakan ternak bahkan bisa digunakan sebagai bahan untuk pupuk alami. Selain itu, clover juga tumbuh sepanjang tahun, jumlahnya banyak, dan cepat tumbuh kembali meski lahannya ditebas. Lebah secara khusus sangat menggemari tumbuhan yang satu ini.

Nutrisi dan manfaat kesehatannya

Satu sendok makan clover honey sangat kaya kandungan nutrisi. Misalnya saja kalori, karbohidrat, serta vitamin dan mineral seperti magnesium, potassium, zat besi, dan seng. Selain itu, clover honey juga mengandung antibakteria. Data ini didapat dari sebuah studi mengenai perbandingan 16 jenis madu dan ternyata clover honey merupakan yang terbaik memerangi sel bakteri Staphylococcus aureus atau nilainya setara dengan 2,2 mg dosis antibiotik [1]. Begitupun bila dioleskan pada luka, madu ini mampu mengurangi peradangan, mencegah timbulnya bakteri, dan membantu membentuk jaringan kulit baru[2].

Kalau tadi disebutkan madu ini kaya akan kandungan gula, tapi sebetulnya masih lebih banyak kelebihannya dibandingkan gula pasir pada umumnya. Misalnya saja ada studi pada 60 orang yang mengonsumsi 70 gram madu atau gula setiap harinya selama 6 pekan. Hasilnya, yang mengonsumsi madu memiliki tingkat kolesterol LDL serta trigliserida lebih rendah daripada yang mengonsumsi gula [3]. Meskipun demikian, akan lebih sehat juga bila konsumsi madu juga tidak berlebihan tentunya.

Seperti yang mungkin kita ketahui, kandungan nutrisi pada madu tergantung dari tipe nectar yang didapat dari tumbuhannya, serta proses pengolahan dan waktu penyimpanannya. Clover honey bersama madu dari tumbuhan alfalfa, orange blossom, serta jenis wildflower honey biasanya berwarna lebih terang dan cita rasanya lebih ringan.

Namun bila dibandingkan dengan madu manuka serta buckwheat, maka terlihat perbedaannya karena madu jenis ini lebih gelap dan rasanya lebih kaya. Menurut beberapa studi, madu berwarna gelap memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Inilah mengapa tipe yang demikian lebih disarankan bagi yang ingin mengonsumsinya lebih untuk tujuan pengobatan.

Di tengah semakin banyaknya produk madu, maka akan lebih bijak untuk merumuskan terlebih dahulu apa tujuannya kita untuk mengonsumsinya dan bujet yang akan kita keluarkan. Apakah untuk kebutuhan menjaga asupan sehat sehari-hari ataukah untuk pengobatan? Kemudian tentunya bisa juga untuk kebutuhan memasak berbagai macam sajian seperti udang bakar madu, ayam goreng madu, atau minuman jeruk madu. Semoga informasinya bermanfaat untuk membantumu memutuskan.

Referensi:

  1. Xin ChangJiehua WangShaohui YangShan ChenYingjin Song. 2011. Antioxidative, antibrowning and antibacterial activities of sixteen floral honeys. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21860856. Diakses pada tanggal 7 Januari 2021.
  2. M. Subrahmanyam. 2007. Topical Application of Honey for Burn Wound Treatment – an Overview. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3188068. Diakses pada tanggal 7 Januari 2021.
  3. Hamid RasadMohammad Hassan EntezariEhsan GhadiriBehzad MahakiNaseh Pahlavani. 2o18. The effect of honey consumption compared with sucrose on lipid profile in young healthy subjects (randomized clinical trial). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29908688. Diakses pad tanggal 7 Januari 2021.
Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.