Kombucha Adalah Tren Kekinian yang Perlu Kamu Ketahui

Simpan ke bagian favorit

Tim MAHI|Desember 19, 2018

Meskipun memiliki penulisan yang sama, namun kombucha yang diketahui oleh dunia adalah teh yang melalui proses fermentasi dengan menggunakan SCOBY. Hanya saja di Jepang, kombucha adalah teh yang diseduh dari rumput laut yang dikeringkan (kombu) dan tidak terjadi fermentasi apapun di dalamnya. Apakah yang dimaksud dengan ini?

SCOBY adalah singkatan dari symbiotic culture of bacteria and yeast. Bentuknya yang seperi jamur bundar berukuran besar ini adalah sebuah biang yang berisikan bakteri dan ragi yang diyakini bermanfaat bagi tubuh. Meskipun demikian, kombucha masih dianggap sebagai minuman kesehatan alternatif karena manfaat-manfaatnya masih belum teruji penuh secara klinis, bahkan dalam beberapa kasus justru yang terjadi adalah sebaliknya.

Kombucha adalah fermentasi teh yang menggunakan SCOBY.
Inilah bentukan SCOBY yang terjadi akibat proses fermentasi teh. (Foto: Shutterstock)

Tapi ada baiknya untuk mengetahui apa sejatinya minuman ini sebetulnya dan berawal darimanakah tren ini. Yuk, simak yang berikut ini!

Asal mula

Diperkirakan pemunculan kombucha terjadi sekitar 200 tahun yang lalu. Setidaknya ada catatan bahwa kombucha dikonsumsi pada sekitar tahun 1900an di bagian timur Russia atau wilayah Manchuria. Di abad 21 ini, konsumsinya meningkat pesat di Amerika Serikat dan trennya mulai menjelajahi berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Kini semakin mudah menemukannya di mana saja. Ada yang membuatnya sendiri di rumah, menjualnya secara kecil-kecilan, ataupun dalam bentuk botolan yang diproduksi secara skala industri.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, arti kombucha untuk yang satu ini memang kurang tepat penggunaannya amun telanjur sepertinya seluruh dunia sudah mengartikannya demikian. Selain itu, minuman ini juga kerap disebut sebagai “teh jamur”, satu penyebutan yang juga kurang tepat hanya karena banyak yang menganggap SCOBY sebagai jamur karena bentuknya. Di berbagai negara lainnya bahkan sebutannya semakin beragam, contohnya adalah seperti teeschwamm, wunderpilz, hongo, teekwass, fungus japonicus, cajnij, tschambucco, haipao, kwassan, kargasok tea, spumonto, dan masih banyak lainnya.

Proses pembuatan

Lazimnya, teh yang dipilih untuk pembuatan kombucha adalah teh hitam ataupun teh hijau. Ada juga beberapa kalangan yang mencoba dengan teh oolong. Hanya saja, pemilihan teh bergantung juga dari budget dan spesialisasi masing-masing para produsennya. Kemudian pada teh yang diseduh ini ditambahkan gula, bakteri, serta ragi dan kemudian dibiarkan terfermentasi selama setidaknya satu minggu.

Kombucha adalah teh yang perlu difermentasi selama seminggu.
Kombucha dalam proses pembuatannya. (Foto: Shutterstock)

Setelah seminggu, maka terbentuklah SCOBY dan biang inilah yang biasa dipakai pada proses fermentasi teh untuk batch berikutnya. Fermentasi ini menghasilkan asam asetat atau sama dengan yang biasa ditemukan pada cuka. Karena proses inilah maka terdapat kadar alkohol pada kombucha. Kemudian, terdapat juga kandungan gas yang menjadikan minuman ini berkarbonasi.

Klaim manfaat kesehatan

Tujuan utama bagi para pengonsumsinya dalam menikmati kombucha adalah manfaat-manfaat kesehatan yang dibawanya. Kombucha yang kaya akan bakteri probiotik ini ditengarai mendatangkan banyak faedah, terlebih bila yang diseduh adalah teh hijau yang sendirinya sudah sangat berkhasiat. Maka dari itu, kombucha memiliki unsur antioksidan yang tinggi dan ini telah diujicobakan pada tikus. Hasilnya konon kandungan racun pada bagian hati berkurang cukup drastis. Hanya saja, sampai saat ini belum ditemukan studi serupa yang diujicobakan pada manusia.

Kombucha adalah teh dengan kandungan SCOBY.
Beginilah penampakan kombucha yang sedang melalui proses fermentasi. (Foto: Shutterstock)

Selain itu karena kandungan asam asetat-nya, kombucha dipercaya dapat membunuh bakteri yang tidak baik untuk tubuh. Manfaat lainnya adalah seperti menurunkan resiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta bahkan kanker. Namun demikian, kombucha juga bisa beresiko untuk kesehatan bila SCOBY sudah terkontaminasi atau proses fermentasi terlalu berlebihan. Selain itu ada kandungan alkohol di dalamnya serta jumlah gula yang bisa berlebihan.

Maka dari itu, kombucha adalah tren yang masih membutuhkan studi lebih lanjut apakah selayaknya sudah baik untuk dikonsumsi ataukah belum. Terlebih lagi, masih banyak pilihan makanan fermentasi lain yang bisa kita nikmati untuk menjaga kesehatan tubuh. Setidaknya dari sini, kita bisa terpacu untuk bereksplorasi mencari resep-resep masakan sehat dan menjalani pola hidup yang lebih mendatangkan manfaat bagi tubuh.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.