Jenis Masakan


5 Cara Merawat Blender di Rumah Agar Awet Lebih Lama

Simpan ke bagian favorit

Chef Panji|September 27, 2019

Sudah tepatkah cara merawat blender yang kamu lakukan di rumah? Blender adalah salah satu barang elektronik yang wajib punya di dapur. Memiliki fungsi utama untuk menghaluskan berbagai bahan makanan, blender sungguh tidak tergantikan. Tak ayal, harga mahal bukan menjadi halangan untuk memiliki blender.

Alih-alih bertahan lama dan memudahkanmu di dapur, berbagai masalah pada blender bermunculan. Kerak sisa bahan makanan menempel di sudut tabung blender, tabung blender yang retak, gerakan mata pisau yang berat saat berputar, ketajaman pisau blender yang menurun, hingga motor pisau blender rusak.

Permasalahan ini bisa dihindari dengan rajin membersihkan dan merawat blender dengan tepat. Hal ini penting dilakukan jika kamu menggunakan blender setiap hari. Tenang, cara merawat blender yang dilakukan tidak serumit yang kamu bayangkan.

Simak cara merawat blender dengan mudah mulai dari proses penggunaannya, membersihkannya, hingga menyimpannya berikut ini!

1. Ukuran bahan makanan yang dihaluskan

Cara merawat blender yang baik adalah memasukkan potongan makanan dalam ukuran kecil.
Potong kecil buah-buahan yang akan diblender sebelum diproses. (Foto: Shutterstock)

Perhatikan ukuran bahan makanan yang akan dimasukkan ke blender. Potong kecil bahan makanan seperti sayur, buah, dan bahan makanan lainnya. Jika kamu hendak memasukkan es batu, sebaiknya hancurkan menjadi serpihan. Manfaat dari memotong kecil bahan makanan adalah memudahkan pisau blender bekerja secara optimal.

Jika pisau blender terdengar berat berputar saat bekerja, itu menjadi salah satu tanda bahwa potongan bahan makanan belum sesuai dengan kinerja pisau. Selain itu, tambahkan cairan berupa air, susu, atau minyak untuk lebih memudahkan proses penghalusan.

2. Cara merawat blender dalam dua tahap

Sisa bahan makanan yang tertinggal di sudut atau pisau blender lama-kelamaan akan menjadi kerak. Blender akan terlihat kotor, meninggalkan aroma kurang sedap, hingga mengurangi ketajaman pisaunya.

Maka kamu bisa membersihkan blender dengan dua cara yang mudah. Pertama, setelah selesai menggunakannya, tuang air hangat ke dalam blender. Tutup rapat dan putar selama 30 detik. Proses ini dimaksudkan untuk membersihkan sisa-sisa bahan makanan yang tertinggal di dalam.

Kedua, tuang cairan cuci piring ke spons lalu bersihkan badan blender, mata pisau, dan kemudian tutup. Tidak ada salahnya kamu menggunakan cairan pembersih yang memilih pH rendah, agar mata pisau tidak mudah berkarat. Bilas hingga bersih lalu keringkan dengan kain bersih. Oh ya, tidak disarankan untuk membersihkan blender dengan mesin cuci piring karena berpotensi merusak pisau dan motor pisaunya.

3. Simpan blender dengan posisi tertutup di tempat kering

Usai mencuci bersih blender, simpan dengan posisi tertutup agar debu dan kotoran tidak mudah masuk. Bisa dibayangkan jika debu dan kotoran menumpuk di pisaunya, kan? Bukan tidak mungkin, pisau akan mudah tumpul. Selain itu, simpan blender di tempat yang kering. Ruangan yang lembap atau basah akan memudahkan bakteri, kotoran, dan debu menempel.

4. Gunakan blender sesuai dengan kapasitas

Seorang wanita bersiap untuk mengoperasikan blender.
Usahakan untuk mengisi tabung blender tidak lebih dari setengahnya atau sesuai dengan kapasitasnya. (Foto: Shutterstock)

Usahakan isi blender tidak melampaui kapasitas, misalnya isi setengah tabung saja. Mengisi blender sampai penuh hanya akan membuat mesin panas karena bekerja terlalu keras. Apalagi jika bahan makanan yang dimasukkan berkategori padat seperti daging sapi cincang, kentang rebus, ataupun buah mangga.

Jika kamu membutuhkan porsi besar, lakukan beberapa kali untuk meringankan beban kerja mesin dan pisaunya. Tips lain yang bisa meringankan kerja pisau dalam menghaluskan bahan makanan padat adalah menambah cairan ke dalamnya.

5. Jangan nyalakan mesin blender terlalu lama

Berapa lama kah maksimal penggunaan blender dalam satu kali pemakaian? Umumnya ia bisa dinyalakan antara 10-30 menit tergantung merek dan kualitasnya. Terlalu lama menyala, maka mesin blender berisiko panas sehingga cepat rusak.

Sebelum mempraktikkannya di rumah, sebaiknya baca terlebih dulu buku petunjuknya. Setiap merek blender terkadang memiliki karakteristik yang berbeda.

Mudah bukan cara merawat blender agar awet lebih lama? Selain alat dapur yang satu ini, kamu bisa mencoba cara merawat barang elektronik atau peralatan dapur lainnya. Misalnya cara membersihkan kulkas di rumah, tips merawat wajan besi tempa, dan cara membersihkan talenan sesuai jenisnya.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.