6 Teknik Memasak Deep Frying untuk Hasil Sempurna

Simpan ke bagian favorit

Tim MAHI|Juni 27, 2018

Di masa-masa liburan sekolah seperti sekarang ini pasti saja anak-anak selalu menanyakan soal makanan. Maka, makanan gorengan menjadi jawaban termudah. Selain praktis, makanan yang digoreng juga rata-rata disukai anak-anak. Ternyata ada caranya agar makanan yang digoreng bisa sehat dan rasanya lebih lezat. Berikut kami berbagi beberapa teknik memasak deep frying untuk hasil yang sempurna!

1. Pilih Minyak Goreng yang Tepat

Proses masak deep frying membutuhkan jenis minyak goreng yang tahan dengan suhu tinggi dan cocok dipakai berulang kali. Dengan demikian, otomatis pilihan EVOO alias extra virgin olive oil tidaklah cocok untuk proses ini. EVOO lebih tepat dipakai untuk tumisan ringan, bahkan untuk sekadar dressing makanan dan salad.

Para chef profesional lazimnya akan memilih minyak sayur biasa yang sudah teruji titik didihnya. Selain itu, minyak sayur juga memiliki rasa netral dan harganya ekonomis – cocok untuk penggunaan di rumah maupun restoran yang berspesialisasi dengan masakan yang digoreng. Hanya pastikan saja untuk menyaring minyak seandainya diperlukan untuk penggunaan berulang.

Alternatif lainnya selain minyak sayur adalah minyak kacang, minyak bunga matahari, serta minyak canola.

2. Siapkan Alat Masak yang Tepat

teknik memasak deep frying
Deep fryer adalah alat yang paling cocok untuk teknik menggoreng yang satu ini. (Foto: Shutterstock)

Proses masak yang satu ini idealnya menggunakan alat masak khusus yang dinamakan deep fryer. Alat ini juga memiliki strainer atau peniris minyak yang bisa dikaitkan. Bahkan versi lebih lengkapnya memiliki fitur filter minyak sehingga bisa dipakai kembali tanpa harus memindah-mindahkan terlebih dahulu.

Sayangnya alat ini mungkin dirasa terlalu mahal untuk pemakaian rumah tangga yang tidak selalu sehari-hari menggunakan teknik memasak deep frying. Meskipun sangat aman, alat ini juga membutuhkan penggunaan minyak dalam jumlah banyak sehingga tidak ekonomis untuk dipakai di luar bisnis restoran. Alternatifnya adalah menggunakan wajan yang dalam atau panci yang cocok untuk proses penggorengan ini. Panci yang dalam akan menjaga kita dari cipratan minyak panas.

3. Hilangkan Kelembaban Pada Makanan yang Akan Digoreng

Bila masih terdapat kelembaban berlebih pada makanan akibat tidak dikeringkan secara menyeluruh sebelum masuk ke penggorengan, maka minyak akan lebih menggelembung dan beresiko menciprati tangan dan permukaan dapur. Pastikan sebelumnya untuk mengeringkan makanan sedapat mungkin dengan menggunakan tissue dapur. Khusus untuk sayuran yang bertekstur lembut ataupun tofu, keringkan sedikit lebih lama sebelum siap untuk digoreng.

4. Siapkan Adonan Tepung yang Telah Dibumbui Sempurna

teknik memasak deep frying
Membumbui tepung akan memberikan rasa lebih sedap pada makanan gorengan. (Foto: Shutterstock)

Idealnya, makanan yang digoreng memiliki permukaan luar yang renyah dan ini hanya dapat dicapai karena adonan tepung yang telah dibumbui dengan baik. Berikut adalah beberapa tips untuk menyiapkan adonan yang baik:

  • Pastikan semua bahan yang digunakan dalam keadaan segar, termasuk tepungnya sendiri. Bahkan hindari penggunaan baking powder atau bahan-bahan lainnya yang berasal dari kulkas yang agak bau.
  • Pastikan untuk menggunakan air dingin untuk campuran tepung, terkecuali untuk tempura yang lebih ideal bila menggunakan air soda. Tujuannya adalah agar hasil penggorengan menjadi lebih renyah.
  • Untuk makanan gurih, bumbui tepung terlebih dahulu dengan garam dan lada. Bisa juga kita bereksperimen dengan bumbu-bumbu unik lainnya seperti Royco, bubuk kari, BBQ, ataupun garam masala. Untuk makanan manis, bisa juga kita bumbui tepung dengan gula bubuk ataupun bubuk cokelat. Penggunaan tepung juga sangat penting untuk menjaga bentuk makanan serta adonan yang dipakai untuk membalutnya.
  • Gunakan whisk ketika mengaduk adonan untuk hasil maksimal daripada menggunakan garpu. Whisk akan membuat adonan menyerap udara lebih banyak sehingga hasil gorengan akan menjadi lebih ringan.
  • Adonan yang telah dibumbui sebaiknya tidak digunakan lagi setelah beberapa jam karena hasil gorengan akan menjadi terlalu tebal. Selalu gunakan adonan segar setiap akan memulai yang baru.

5. Jaga Temperatur Minyak

Teknik memasak deep frying berikutnya adalah salah satu yang paling penting – selalu cek suhu minyak goreng setiap saat. Alat deep fryer pada umumnya sudah memiliki indikator suhu, namun tentu tidak demikian bila menggunakan wajan atau panci biasa. Pertimbangkan untuk membeli alat temperatur instan untuk selalu memeriksa suhu minyak. Biasanya setelah selesai menggoreng, maka suhu minyak akan menjadi turun. Dengan bantuan alat ini, maka kita bisa menunggu sejenak hingga minyak kembali ke suhu optimal dan siap menggoreng makanan yang baru.

Selain itu, suhu minyak untuk penggorengan deep frying biasanya optimal di kisaran suhu 190C sampai 204 C. Yang patut diingat adalah agar jangan meninggalkan minyak yang tengah dipanaskan sehingga beresiko terbakar dan berasap. Segera matikan kompor bila melihat indikasi demikian.

6. Jangan Terlalu Memenuhi Wajan

teknik memasak deep frying
Dengan tidak menjejali wajan dengan makanan, maka hasil penggorengan akan lebih maksimal. (Foto: Shutterstock)

Memang sepertinya menggoda untuk segera menggoreng semua makanan yang tersedia agar bisa dinikmati segera. Namun untuk hasil yang maksimal sebaiknya ini jangan dilakukan. Pertama, terlalu banyak makanan yang memenuhi wajan akan menurunkan temperatur minyak sehingga hasil gorengan bisa terlalu berminyak dan basah.

Justru bila makanan tidak terlalu memadati wajan, maka hasil penggorengan setiap makanan akan lebih konsisten dan seluruh permukaan makanan akan tergoreng dengan baik.

Demikian sedikit banyak teknik memasak deep frying dari MAHI. Semoga bermanfaat untuk sahabat MAHI sekalian dan bisa dipraktekkan di rumah bersama keluarga tercinta.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.