Arsik, Masakan Sehat dengan Bumbu Unik Khas Batak. Berikut Cerita Cara Memasaknya!

Simpan ke bagian favorit

Maddie|November 11, 2018

Arsik – sajian berupa ikan mas berbumbu kuning dengan rasa asam, pedas dan pekat bumbu ini merupakan hidangan tradisional suku Batak dari Sumatera Utara. Nama arsik diambil dari cara masak ikan berbumbu andaliman ini, yaitu mangarsik – yang berarti ikan diguyur atau disiram-siram selama proses pemasakan. Tujuannya adalah agar kuah bumbunya serta ikannya matang merata.

Selain sebagai menu sehari-hari, makanan khas Tapanuli ini juga disajikan untuk acara adat atau saat berkumpul bersama keluarga besar. Kalau penasaran, nikmati ikan berbumbu arsik di lapo atau rumah masakan khas Tapanuli bersamaan dengan hidangan khas Batak lainnya – seperti pinadar, gulai ubi tumbuk, ikan teri balado, mi gomak, dan lainnya.

Untuk arsik, biasanya dipilih kecombrang yang masih muda karena lebih lunak.
Kecombrang atau disebut juga honje atau rias. (Foto: Shutterstock)

Bukan hanya diaplikasikan hanya pada ikan mas, metode memasak ini digunakan untuk lauk-lauk lain seperti daging dan beberapa jenis ikan. Belum boleh disebut ikan bumbu arsik kalau di dalamnya tidak hadir asam gelugur, asam cikala atau asam patikala, andaliman, dan kecombrang atau honje. Bumbu tersebut merupakan ciri khasnya arsik dan memberikan rasa unik. Ditambah tentunya, ada kombinasi bumbu halus yang terdiri dari cabai merah, kunyit, bawang merah, lengkuas, dan lainnya. Ciri khas berikutnya adalah kehadiran kacang panjang dan lokio atau juga disebut bawang batak yang dimasak bersama ikan mas.

Ada tiga jenis ikan yang digunakan pada masakan yang paling populer dari tanah Batak selain naniura ini, yakni ikan mas, ikan nila dan ikan mujair. Mengapa? Karena tiga jenis ikan tersebut adalah yang paling mudah didapat dari Danau Toba dan sekitarnya. Untuk membuatnya, pilihlah ikan mas berukuran besar atau setidaknya lebih dari 700 gram dalam satu ekor. Dalam pembuatannya, ikan mas biasanya tidak disisiki terlebih dahulu.

sambal cabai rawit hijau dengan andaliman begitu cocok dengan arsik
Sambal andaliman, satu yang akan selalu ditemukan di rumah masakan Batak. (Foto: Shutterstock)

Secara tradisional, memasak ikan dengan cara diarsik umumnya menggunakan kayu bakar dan dimasak di dalam wajan. Yang dipakai adalah wajan berukuran besar dan sudah dialasi dengan bumbu, seperti serai dan lembaran bunga kecombrang. Selain agar bumbu lebih terasa pekat, hal ini juga dilakukan agar ikan mas tidak gosong.

Ikan mas diletakkan di atasnya, kemudian diberi bumbu merah dan air hingga hampir menutupi ikan. Awal pemasakan akan membutuhkan api besar hingga mendidih, lalu dikecilkan. Kemudian ikan dimasak dalam waktu lama di atas api kecil hingga matang dan lembut.

Ikan mas arsik biasa dimasak hingga air hampir habis atau saat ikan masih basah – ini tergantung dengan kebutuhan. Untuk ikan yang dimasak kering biasanya dimaksudkan agar lebih awet atau supaya tidak mudah hancur. Ikan arsik yang dimasak hingga kering juga biasanya digunakan untuk makanan acara adat dengan cara diletakkan di atas tampah beralas daun pisang.

Dari cerita di atas, kini kamu semakin mengenali keragaman dunia kuliner negeri tercinta ini. Arsik yang begitu unik ini wajib untuk dicoba bahkan perlu juga sesekali kita beranikan diri untuk memasaknya. Yuk, kapan-kapan kita coba bersama!

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.