4 Makanan Penambah Energi Selain Kurma

Simpan ke bagian favorit

Maddie|Mei 16, 2018

Kita semua mungkin sudah cukup familiar dengan kebaikan kurma, tapi bagaimana dengan yang lain? Pastinya ada makanan penambah energi lainnya yang bisa kita konsumsi selama bulan puasa. Berikut adalah empat diantaranya.

Sering rasanya mendengar persepsi umum bahwa puasa adalah penyebab badan lemas, produktivitas menurun, dan rasa lapar dan haus yang seharian melanda. Awalnya aku juga berpikir begitu, biarpun aku tahu kalau puasa itu sebetulnya menyehatkan. Ternyata setelah ditelusuri, kunci suksesnya puasa salah satunya adalah cermat memilih apa yang dikonsumsi saat sarapan sahur maupun ketika berbuka puasa.

Beberapa makanan penambah energi selain kurma berikut ini dijamin akan menjadikan Ramadhan kamu lebih produktif dan penuh semangat.

Gandum/biji-bijian

makanan penambah energi
Superbowl food yang berisi banyak bahan makanan sehat dan mengenyangkan. (Foto: Shutterstock)

Era sarapan sereal dengan susu kini sudah lewat masanya dan yang semakin sering muncul adalah superfood bowl.

Ini adalah sebuah istilah dari menu sarapan sehat yang umumnya terdiri dari satu atau lebih bahan makanan yang sarat dengan gizi sangat tinggi (superfood). Contohnya adalah kelapa, kale, stroberi, apel, ataupun semangka dan banyak lainnya. Lebih serunya lagi, semua ini cocok bercampur dengan gandum, chia seeds, quinoa, atau jenis biji-bijian sehat lainnya. Tambahkan juga rasa manis dari pilihan coklat atau selai kacang yang berkualitas.

Begitu banyak kombinasi yang bisa dibuat untuk satu makanan yang kekinian ini, selain karena kece untuk difoto dan diunggah ke social media. Selain dapat sehatnya, foto-foto superfood bowl berhasil membuat teman-temanku penasaran untuk membuatnya sendiri — bahkan terkadang ada saja yang menanyakan cara memesan lewat online. Wah, apa aku coba mulai bisnis katering aja, ya?

Madu

makanan penambah energi
Madu, lezat dan juga memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. (Foto: Shutterstock)

Orang Timur Tengah sejak zaman dulu dikenal hobi mengonsumsi madu setiap pagi setelah bangun tidur. Caranya dengan cara menyiapkan air putih dingin dan mencampurnya dengan sesendok madu.

Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata penelitian modern membuktikan bahwa madu dapat membantu tubuh untuk mengolah lemak secara lebih maksimal. Ini bisa mendorong turunnya berat badan. Tidak hanya itu, madu juga kaya akan energi, vitamin dan mineral, serta mengandung antioksidan, dan — yang lebih penting — menjadikan kulit lebih sehat.

Sayuran kaya serat

Saat sahur, rasanya mengonsumsi yang asin-asin lebih menggugah selera ketimbang memilih yang seimbang. Tapi, kalau menurut pengalaman banyak orang sih sebaiknya konsumsi makanan asin saat bulan puasa jangan sampai berlebihan, baik saat sahur maupun berbuka puasa.

Garam dikenal memiliki kemampuan untuk menyerap air, makanya sejak zaman dulu makanan diawetkan dengan menggunakan garam saja. Jika kita mengonsumsinya terlalu banyak, garam justru akan menyerap kelebihan air dari sel-sel tubuh sehingga akan merasa haus lebih cepat.

Daripada mencari yang serba gurih, lebih baik mengonsumsi sayur yang kaya serat dan juga memberikan rasa segar, misalnya brokoli, tauge, atau artichoke. Sayur-sayuran ini tidak hanya mampu mengontrol kadar gula darah, namun juga tetap memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama.

Pisang

makanan penambah energi
Pisang, salah satu buah hebat yang kaya akan energi. (Foto: Shutterstock)

Buah kuning ajaib yang satu ini selalu jadi andalanku saat buka puasa. Entah dimakan langsung dari kulitnya, maupun ditambah segelas susu rendah lemak atau yogurt. Beberapa kebaikan pisang antara lain karena mengandung kalium, serat, vitamin B — yang konon kabarnya mampu meningkatkan fungsi otot. Tidak heran kan kalau kamu sering melihat orang di gym makan atau minum jus pisang setelah mati-matian membakar kalori di kelas RPM?

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan beberapa makanan penambah energi yang bisa penjadi pendamping kurma untuk berbuka puasa. Mudah-mudahan dengan menjaga asupan makanan dan minuman selama bulan puasa, kesehatanmu tetap terjaga dan keseharianmu bisa tetap produktif.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.