6 Makanan Khas Jawa dari Warisan Kolonial Belanda | MAHI

6 Makanan Khas Jawa Populer Ini Ternyata Berasal dari Warisan Kolonial Belanda

Simpan ke bagian favorit

Valentina|Agustus 9, 2022

Kamu termasuk salah satu penggemar makanan khas Jawa? Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, pulau Jawa memiliki kekayaan kuliner yang terbentuk akibat beberapa faktor, yaitu budaya, lingkungan, hingga sejarah negara tersebut. Era kolonial Belanda yang sangat panjang juga turut berperan memengaruhi keberagaman kuliner di Indonesia, salah satunya di Pulau Jawa yang memang dulunya merupakan pusat pemerintahan kolonial negeri kincir angin di Indonesia.

Makanan Khas Jawa yang Merupakan Warisan Kolonial

Bicara soal variasi kuliner di Pulau Jawa, ada peran kolonial Belanda yang meninggalkan jejak rasa di tanah air. Misalnya saja nastar, kaastengels, lapis spikoe, dan klapertaart merupakan variasi kue yang merupakan adaptasi dari dapur Belanda. Di pulau Jawa, beberapa hidangan ini di bawah ini juga merupakan adaptasi dari pemerintahan kolonial.

1. Selat Solo

Sepiring hasil masak resep selat solo siap dinikmati.
Selat Solo, hidangan yang tercipta demi menyatukan selera Belanda dan Keraton Surakarta.  (Foto: Shutterstock)

Seporsi Selat Solo terdiri dari potongan daging yang dimasak hingga empuk bersama bumbu yang rasanya mirip semur dan disajikan bersama kentang goreng, potongan sayuran blansir, dan saus mustard. Tentu saja meski namanya mengandung daerah asalnya, komponen hidangan seperti ini bukanlah otentik hidangan Indonesia, kan? Bagi kamu yang belum tahu, setiap isi dalam makanan yang diadaptasi dari bahasa Belanda slachtje ini merupakan akulturasi Belanda dan Jawa yang lahir di Surakarta atau Solo. Tujuannya adalah demi menyatukan selera pihak Belanda dan keraton Surakarta dalam sebuah hidangan. Pada masa itu, bangsa Belanda lebih menyukai hidangan daging dan sebaliknya pihak keraton yang cenderung menyukai makanan dengan sentuhan rasa manis dan juga sayur-sayuran. Masakan ini juga dikenal dengan sebutan bistik jawa dan merupakan kombinasi dari hidangan bistik daging dan sayuran.

2. Semur

Semur daging sapi.
Semur, salah satu makanan khas Jawa yang merupakan adaptasi dari hidangan dapur Belanda. (Foto: Shutterstock)

Ada banyak sekali variasi semur yang ada di pulau Jawa. Dimulai dari variasi semur daging ayam, sapi, kambing, hingga telur dan tahu-tempe. Semur mengadaptasi teknik memasak Belanda bernama smoor yang berarti hidangan yang dimasak perlahan dengan suhu panas rendah bersama bawang dan tomat. Semur versi Indonesia memiliki ciri khas, yaitu bahan utama dimasak dengan bumbu putih, rempah, dan kecap manis sebagai pemberi rasa manis dan warna kuah semur yang gelap. Sebagai gudangnya masakan semur, ada berbagai versi bumbu pada hidangan semur di pulau Jawa, misalnya untuk semur tahu, tempe, dan telur biasanya menggunakan bumbu putih, daun salam, dan tentunya tambahan kecap manis. Namun pada menu semur daging sapi dan daging kambing, penggunaan bumbu rempah biasanya lebih kaya demi meminimalis aroma daging yang kuat. Selain pala, biasanya ditambah kayu manis, cengkih, jintan, dan kapulaga. Jadi ingin masak semur untuk weekend ini? Agar lebih lezat, gunakan Bango Kecap Manis sebagai bumbu utama semur pada masakanmu. Dengan variasi rasa beragam, kamu bisa memilih Bango Kecap Manis, Bango Kecap Manis Hitam Gurih untuk warna yang lebih pekat dan cita rasa manis gurih, atau Bango Kecap Manis Light buat yang ingin kecap manis rendah gula.

3. Kue Cubit

Meski poffertjes juga populer di kalangan penikmat kuliner Indonesia-Belanda, versi lokal kue bertabur gula pasir ini dikenal dengan nama kue cubit. Populer di Jakarta, kue cubit memiliki ragam topping yang seru. Misalnya meises, keju, atau kental manis. Kue cubit di Jakarta juga mengalami berbagai inovasi seiring berkembangnya tren kuliner. Kalau kamu ingat, beberapa tahun silam sempat populer kue cubit dengan adonan rasa green tea dan red velvet. Begitu juga dengan topping-nya yang semakin bervariasi, misalnya cokelat batangan, susu bubuk cokelat, choco chips, hingga berbagai pilihan selai.

4. Kue Semprong

Populer di tanah Betawi dan Sunda, kue semprong juga merupakan salah satu camilan manis yang hadir berkat pengaruh kolonial Eropa yaitu Portugis. Di Bojonegoro, camilan sejenis kue semprong dikenal dengan nama kue ledre. Kue ledre ini juga merupakan salah satu ikon oleh-oleh khas Bojonegoro, Jawa Timur yang punya ciri khas unik, yaitu kue semprong dengan cita rasa pisang.

5. Perkedel

Perkedel tahu udang di piring putih dan selada hijau
Perkedel atau juga dikenal dengan sebutan bergedel. (Foto: Shutterstock)

Frikadeller atau frikadel merupakan hidangan Belanda yang diadaptasi di Indonesia menjadi perkedel. Aslinya frikadel berbahan utama daging giling, namun lagi-lagi versi Nusantara menggunakan bahan utama yang lebih ekonomis, yaitu kentang dengan tambahan daging atau bahkan tanpa daging. Di Indonesia, perkedel bukan hanya populer di Jawa, tetapi juga di daerah lain. Gorengan berbahan kentang tumbuk ini kerap dijadikan lauk pendamping hidangan utama, misalnya berbagai jenis soto khas Nusantara yang banyak disandingkan dengan gorengan yang juga disebut bergedel ini. Perkedel juga kerap dihadirkan pada menu nasi kuning, nasi uduk, nasi langgi, atau nasi jamblang.

6. Galantin

Konsep galantin khas Solo dan juga populer di daerah Jawa Tengah lain seperti Semarang mirip sekali dengan Bistik Jawa atau Selat Solo, yaitu daging bersaus manis disajikan dengan kentang dan sayuran rebus. Bedanya adalah pada galantin, bahan utama merupakan daging giling yang dibumbui sentuhan rasa kecap manis dan dikukus dalam cetakan bentuk silinder. Galantin versi Eropa dipopulerkan Prancis yang juga merupakan daerah asal dari menu yang dikenalkan di Indonesia melalui era kolonial Belanda. Pada galantin versi Prancis umumnya berbahan daging unggas atau ikan yang dikukus dan disajikan dingin.

Selain sederet makanan khas Jawa di atas, makanan populer lain seperti risoles, ayam kodok, bapel (waffle versi lokal), bitterballen, pastel tutup, lapis spikoe, lapis legit, dan kroket juga merupakan adaptasi dari budaya negeri kincir angin di tanah air. Sebagai inspirasi, Masak Apa Hari Ini juga mengajak kamu untuk menambah skill di dapur lewat resep-resep makanan khas Jawa warisan Belanda seperti semur, perkedel, kue cubit, dan selat solo yang bisa kamu coba segera. Yuk, ke dapur!

 

 

 

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.