Kamu Penyuka Mie? Kenali Jenis-Jenis Mie yang Populer Ini

Simpan ke bagian favorit

Chef Panji|Oktober 7, 2018

Sebagai penyuka mie, kamu pasti akrab dengan jenis-jenis mie yang ada di pasaran. Sebagai salah satu menu pokok populer, setiap daerah di Indonesia memiliki hidangan andalannya masing-masing. Misalnya saja ada mie Aceh, mie gomak, bakmi Jawa, mie lethek, mie celor, dan masih banyak lagi.

Hingga saat ini sejarah mie masih menjadi perdebatan, seolah masing-masing negara yang memiliki sajian mie mengklaim bahwa mie berasal dari negeri mereka sendiri – seperti misalnya Italia dan Tiongkok. Meskipun demikian, beberapa sumber mengatakan bahwa mie justru berasal dari negeri Tiongkok. Menurut sejarah, mie sudah hadir sejak ribuan tahun lalu, yaitu sejak zaman Dinasti Han Timur (sekitar 25-220 SM).

Dalam budaya Tiongkok, mie adalah salah satu makanan yang wajib dihidangkan pada saat perayaan ulang tahun. Ini karena mie dianggap sebagai simbol kehidupan yang panjang. Indonesia mengenal mie sebagai salah satu dari banyak pengaruh budaya Cina yang berkembang di sini. Di negeri ini, variasi mie berkembang dari segi bentuk dan bahan dasar yang berbeda-beda.

jenis-jenis mie
Suka drama Korea? Kamu pasti familiar dengan masakan mie Japchae. (foto: Shutterstock)

Sebutan mi yang terbuat dari tepung gandum pun berbeda-beda di tiap negara:

Tiongkok – la mian
Jepang – ramen
Korea – ramyun
Italia – pasta

jenis-jenis mie
Bihun sangat mudah divariasikan. (Foto: Shuttterstock)

Sebagai salah satu sajian one dish meal yang sangat populer di Indonesia, mie bukan hanya terbuat dari tepung terigu saja. Beberapa daftar nama di bawah ini adalah jenis-jenis mie yang terpopuler di Indonesia dan datang dari beragam jenis bahan baku.

Mie Telur atau Mie Kuning

Dibuat dari tepung terigu dan tambahan telur. Mie telur diproduksi dalam dua jenis, yakni mie telur segar dan mie telur kering. Mie telur segar biasa digunakan untuk mie bakso atau mie ayam. Selain itu mie kuning juga akrab untuk sajian mie khas Aceh dan mie tek-tek atau bakmi Jawa.

Bihun

Bahan dasar bihun adalah tepung beras. Dalam kuliner Indonesia, bihun sangat fleksibel dan bisa djadikan beberapa hidangan, misalnya bihun kuah, bihun goreng, oseng bihun sayuran, bahkan isian untuk camilan seperti risoles.

Soun

Ada dua bahan tepung yang menjadi bahan pembuat soun atau suun, yaitu tepung jagung dan tepung kacang hijau. Meski terlihat seperti bihun, suun memiliki tekstur lebih kenyal dan hadir dengan warna yang lebih transparan.

Mie lidi

Mie lidi populer dari Sumatera Utara sebagai bahan untuk membuat mie gomak atau mie goreng. Saat matang, ukuran mie lidi menjadi tebal seperti mie Aceh.

Mie lethek

Mie lethek merupakan mie berbahan tepung singkong dari Bantul, Yogyakarta. Disebut “lethek” karena warnanya yang kusam karena bahan tepung singkong. Meski begitu, mie lethek diproses secara tradisional dengan menggunakan penggiling jaman dahulu. Bahkan masih ada yang menggunakan bantuan sapi sebagai tenaga untuk mengoperasikan mesinnya!

Mie sagu

Mie yang dikenal sebagai salah satu makanan khas Kepulauan Riau ini terbuat dari tepung sagu yang diambil dari batang pohon sagu. Meski bahan sagu juga banyak terdapat di Indonesia bagian timur, namun baru Kepulauan Riau yang sudah menjadikan mie sagu sebagai alternatif makanan pokok.

Kwetiau

Kwetiau dengan bentuk lebar, tebal, dan pipih dibuat dari tepung beras. Berbeda dengan kwetiau khas Thailand yang lebih tipis.

Misoa

Satu yang unik dari jenis-jenis mie yang disebutkan ternyata terbuat dari tepung beras. Hidangan misoa sangat identik dengan sajian di restoran Cina yang tersaji berkuah bersama ayam dan oyong. Misoa biasanya dijual dalam bentuk kering di pasaran.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.