Jenis Masakan


4 Sehat 5 Sempurna Sudah Jadul, Ini Pola Makan Sehat Modern Untukmu

Simpan ke bagian favorit

Maddie|Januari 6, 2020

Masih ingat slogan ‘4 sehat 5 sempurna’ yang sering muncul di televisi? Kala itu, kita dianjurkan untuk menyantap karbohidrat, protein hewani, sayuran, buah, dan disempurnakan dengan susu. Pola makan sehat ini dikeluarkan pertama kali oleh Prof. Poerwo Soedarmo pada bukunya di tahun 1950.

Namun seiring perkembangan zaman, pola makan sehat kini tak lagi berpedoman pada “4 Sehat 5 Sempurna”. Semboyan yang booming di tahun 90-an itu pun sudah diganti oleh pemerintah. Dalam Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2014, prinsip tersebut sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK).

Tak salah sepenuhnya, tapi prinsip tersebut tidak memberikan komposisi tepat tentang seberapa banyak sebenarnya kita harus mengonsumsi karbohidrat dan sayuran. Juga, karbohidrat apa yang sebenarnya lebih baik untuk kita konsumsi sehari-hari.

Pola Makan Sehat Anjuran Kemenkes RI

Secara garis besar, Kementerian Kesehatan RI mengubah prinsip 4 Sehat 5 Sempurna jadi Pedoman Gizi Seimbang. Ada dua kampanye yang dibuat untuk mencapai gizi seimbang yakni Isi Piringku atau Piringku Makanku dan Tumpeng Gizi Seimbang. Keduanya sama-sama mengupas porsi dari setiap nutrisi yang dibutuhkan.

1. “Tumpeng Gizi Seimbang” (TGS)

Piramida pola makan sehat.
Piramida pola makan sehat ini bisa jadi pedomanmu. (Foto: Shutterstock)

Tumpeng menjadi istilah visual yang mewakili piramida makanan yang mengerucut. Merevisi prinsip sebelumnya, Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) memiliki empat pilar besar yang meliputi pangan, aktivitas fisik, kebersihan diri, dan lingkungan. Gizi seimbang bisa dicapai tak hanya karena makanan saja, tapi juga kegiatan berolahraga dan higienitas.

Kelompok pangan terbagi menjadi beberapa kategori, yakni karbohidrat, sayuran, protein hewani, dan terakhir gula garam yang berada di posisi paling kecil. Karbohidrat yang dianjurkan juga merupakan karbohidrat kompleks seperti umbi-umbian, jagung, dan gandum. Karbohidrat kompleks lebih kaya serat dan vitamin juga lebih rendah kalori dibandingkan karbohidrat sederhana seperti nasi putih.

Tak lupa, ada pula anjuran minum air putih sebanyak delapan gelas per hari untuk menghidrasi tubuh. Prinsip TGS lebih kompleks dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

2. “Isi Piringku”

Satu piring hitam berisi makanan sehat dengan garpu di sampingnya.
Porsi karbohidrat dan sayuran dalam satu piring sebaiknya sama besarnya. (Foto: Shutterstock)

Selain TGS, pemerintah juga mengeluarkan kampanye Isi Piringku yang juga disebut sebagai Piringku Makanku: Sajian Sekali Makan. Sesuai namanya, kampanye ini merupakan visualisasi satu piring konsumsi harian kita.

Dalam satu piring harus terdapat 50% karbohidrat dan protein hewani juga 50% sayuran dan buah. Komposisi sayuran sama besarnya dengan karbohidrat dan lebih besar dari lauk hewani. Porsi ini merevisi kebiasaan banyak orang Indonesia yang menyantap nasi lebih banyak daripada sayuran dan lauk.

Jika sebelumnya, penyempurna makanan adalah susu, kini air mineral lah yang menjadi poin tambahannya. Susu masuk ke dalam kebutuhan lemak dan protein hewani. Konsumsi garam dan gula juga dianjurkan untuk dibatasi. Permasalahan obesitas juga banyak datang dari konsumsi garam dan gula.

Dalam data dari World Health Organization (WHO) tahun 2013, ada 12% anak Indonesia yang memiliki berat badan berlebih atau kegemukan. Selain itu, menurut Riset Kesehatan Nasional 2016, terdapat 20,7% penduduk dewasa yang mengalami obesitas di Indonesia. Melalui kampanye ini, semoga angka obesitas dapat segera turun ya!

Tak hanya itu, dalam kampanye Isi Piringku juga dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Kebersihan tak bisa dilewatkan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Jadi makin lengkap, kan?

Nah, pola makan sehat anjuran pemerintah ini bisa jadi acuanmu untuk hidup lebih bugar. Lihat resep-resep makanan sehat yang lezat seperti tumis sayuran dan olahan protein hewani di laman MAHI, ya. Hidup sehat bukan lagi jadi wacana kan?

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.