6 Jenis Makanan Pembentuk Otot yang Harus Dicoba Penggemar Lari

Dilla|Agustus 13, 2018

Mereka yang memiliki hobi lari kini semakin getol berlatih dan mengikuti berbagai turnamen. Jakarta saja selalu memiliki kegiatan lari dari 5K hingga marathon. Bahkan banyak di antara pelari kini bepergian jauh keluar negeri untuk mengikuti berbagai kompetisi. Selain berlatih, tentu para pelari juga memperhatikan faktor makanan. Berikut adalah makanan pembentuk otot yang harus dicoba para penggemar lari!

Pisang

Inilah buah jagoan yang semua atlet butuhkan untuk tenaga dan daya tahan panjang ketika berlatih ataupun berkompetisi. Pisang adalah sumber energi berkat kadar karbohidratnya yang tinggi atau sekitar 100 gram per buahnya. Selain itu, pisang juga adalah sumber gula dan elektrolit yang alami. Meskipun kini banyak suplemen energi dalam bentuk batang atau gel, pisang tetap disukai karena keasliannya.

Satu kelebihan pisang lainnya adalah potassium – untuk yang seukuran sedang saja bisa mengandung hingga 422 mg! Yang satu ini sangat bermanfaat ketika tubuhmu perlu meregulasi cairan dan mencegah kram setelah berlatih atau bertanding. Bahkan lebih jauhnya, pisang dapat menurunkan resiko stroke.

Brokoli

Kaya akan vitamin C, vitamin K, kalsium, dan asam folat – apa lagi yang perlu dijelaskan dari sayuran hebat satu ini? Bahkan menurut penelitian, brokoli juga membantu mencegah kram setelah latihan yang intens. Brokoli dan sayur-sayuran lainnya dengan nutrisi serupa dibutuhkan untuk kesehatan dan performa puncak seorang atlet.

Namun lain halnya dengan pisang, brokoli tentu aneh bila dimakan begitu saja. Maka sebaiknya kamu menyiapkan dulu post-workout meal alias makanan sesudah latihan yang lezat. Misalnya saja kamu bisa memasak brokoli bersama daging sapi yang tidak berlemak ataupun ikan salmon yang dikukus.

Ikan Salmon

makanan pembentuk otot
Ikan salmon dan brokoli, makanan pembentuk otot yang dibutuhkan pelari. (Foto: Shutterstock)

Nah, ngomong-ngomong soal salmon, ikan yang satu adalah salah satu makanan pembentuk otot yang terbaik. Membengkaknya otot selalu menjadi kendala bagi para atlet, maka kandungan omega 3 dan protein yang kaya dari salmon akan membantu mencegahnya. Selain tentunya, ikan salmon juga bisa menurunkan resiko penyakit jantung.

Meskipun kini tersedia dimana-mana, sebaiknya usahakan untuk mencari ikan salmon liar daripada yang diternak. Memang agak mahal, tapi ikan salmon liar lebih sehat karena hampir tidak mengandung kontaminasi kimia. Yang paling menarik dari mengolah ikan salmon adalah begitu banyaknya variasi makanan yang bisa kita buat. Dijamin olahraga juga menjadi lebih semangat!

Berry

makanan pembentuk otot
Buah berry dan smoothie? Hmmm.. Segar! (Foto: Shutterstock)

Setelah berlari intens, terjadi sobekan pada otot meskipun pada level mikroskopik. Di sinilah peranan makanan berprotein tinggi menjadi penting dalam membentuk kembali otot seperti semula. Lengkapi juga dengan berbagai buah berry untuk pembentukan kembali ototmu karena kandungan seratnya yang tinggi serta vitamin C dan potassium.

Selain nikmat dimakan langsung, berbagai buah berry juga cocok dipadukan dengan menu makan pagi sehat ataupun jus dan juga smoothie. Pilihlah buah berry yang berwarna lebih gelap seperti blackberry, raspberry, ataupun blueberry karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang lebih baik.

Yogurt

Manfaat susu ataupun yogurt? Jelas unsur kalsium-nya! Para pelari membutuhkan ini untuk memperkuat tulangnya dan satu cangkir yogurt akan memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalsium harian. Tidak hanya itu, yogurt juga berperan penting dalam membentuk otot serta nutrisi pasca berlatih.

Satu keunggulan yogurt adalah kandungan probiotik-nya. Bakteri ini menyehatkan pencernaan dan memperkuat sistem imunitas tubuh kita. Ini jelas penting untuk semua orang, terlebih lagi para pelari yang perlu menjaga performa stabil setiap harinya.

Cokelat

makanan pembentuk otot
Ayo, biasakan menyukai dark chocolate karena lebih sehat untuk tubuhmu! (Foto: Shutterstock)

Pernah melihat para atlet bersantap cokelat saat berlatih ataupun bertanding? Jangan terburu-buru mengira yang disantapnya adalah milk chocolate apalagi white chocolate. Atlet justru perlu menyantap dark chocolate atau cokelat yang kandungannya di atas 70% dan tidak mengandung gula. Ini dibutuhkan untuk meregulasi tekanan darah dan menekan level kolesterol dalam tubuh mereka.

Faktor subjektif cokelat yang teruji dimana-mana adalah kemampuannya menjadikan kita bahagia alias good mood. Padu padankan dengan kacang-kacangan atau camilan sehat dan ringan lainnya agar kebutuhan tubuh kita terpenuhi dengan baik.

Artikel tersimpan di bagian favorit.
Artikel dibuang dari bagian favorit.